GOLOK TERBANG Mengguncang Dunia: Pesilat Bekasi Ukir Sejarah di Korea Selatan

GOLOK TERBANG Mengguncang Dunia: Pesilat Bekasi Ukir Sejarah di Korea Selatan

BEKASI – Di tengah gema perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada Agustus 2023, sebuah persembahan istimewa datang dari arena bela diri internasional. Kontingen pencak silat asal Kota Bekasi, Jawa Barat, berhasil mencatatkan prestasi gemilang, mengharumkan nama Indonesia dalam Event World Martial Arts Contest 2023. Kompetisi akbar yang diselenggarakan oleh World Martial Arts Union (WOMAU) – sebuah organisasi resmi yang didukung UNESCO – ini berlangsung dari tanggal 17 hingga 19 Agustus 2023 di kota ChungJu, Korea Selatan.

Bang Djiung dan Keajaiban GOLOK TERBANG

Sorotan utama tertuju pada Deni Saefudin Hidayatullah, atlet senior yang akrab disapa Bang Djiung. Dengan julukan "Bang Djiung si Golok Terbang," ia berhasil menyabet Juara Ketiga (Medali Perunggu) di kelas bergengsi bersenjata perorangan putra (In The Weapon Single Male Category).

Golok Terbang sendiri adalah aliran pencak silat orisinal dari Bekasi. Aliran ini merupakan pengembangan dari silat tradisional Betawi yang fokus pada penguasaan senjata golok, ditampilkan melalui rangkaian jurus yang cepat, artistik, dan dinamis, memberikan ilusi visual seolah golok tersebut melayang atau "terbang" saat diperagakan. Keahlian Bang Djiung ini sukses mencuri perhatian para praktisi bela diri dari 23 negara peserta yang hadir.

Keberhasilan kontingen IPSI Kota Bekasi tidak berhenti pada satu kategori. Secara total, enam atlet yang dikirim berhasil membawa pulang tiga medali dari berbagai kategori, membuktikan kualitas pembinaan mereka di kancah global.

Perjuangan Mandiri dan Semangat Merdeka

Perjalanan menuju ChungJu adalah sebuah epik perjuangan yang penuh liku. Kontingen yang terdiri dari enam atlet dan ofisial ini dilepas dengan penuh semangat dan doa oleh para pesilat dan tokoh masyarakat di Gedung Djiung 45, Tambun, Bekasi, pada tanggal 13 Agustus 2023.

Bang Djiung menceritakan bahwa suka dan duka selama enam hari di Korea Selatan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Keterbatasan menjadi tantangan pertama; keberangkatan mereka, menurut pengakuan tim, sepenuhnya ditanggung secara mandiri dan melalui bantuan donatur, tanpa dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Bekasi saat itu. Namun, keterbatasan ini justru memantik api semangat kebanggaan.

"Keberangkatan kami harus pinjam sana sini, tetapi itu tidak menjadi halangan bagi kami. Tekad dan doa menghantarkan kami. Ini adalah kado kemerdekaan dari kami Bocah Bekasi untuk NKRI," ujar Deni Saefudin Hidayatullah, mencerminkan semangat juang yang identik dengan peringatan 17 Agustus.

Dukungan dan Apresiasi dari Bapak Pencak Silat Dunia

Momen pelepasan atlet menjadi saksi bisu dukungan moral yang luar biasa. Hadir dalam acara tersebut adalah Mahfudz Abdurrahman, S.Sos., Pembina pencak silat Kota Bekasi dan donatur yang memfasilitasi keberangkatan tim.

Kehadiran sosok legendaris, Bapak Dr. (H.C.) Edie Marzuki Nalapraya, Mayjen TNI (Purn.), yang dihormati sebagai Bapak Pencak Silat Dunia, menambah khidmat acara. Bapak Edie Nalapraya, pendiri Persilat dan mantan Presiden WOMAU, hadir untuk membakar semangat para atlet agar mereka tampil total demi martabat bangsa. Kehadiran beliau menegaskan bahwa misi para atlet ini adalah misi budaya dan nasional.

Prestasi total tiga medali yang diraih di tengah persaingan 23 negara, membuktikan bahwa warisan budaya Pencak Silat Indonesia melalui ragam gerak GOLOK TERBANG mampu berdiri sejajar dan diakui di panggung seni bela diri dunia.

Kedisiplinan sebagai Kunci Motivasi Masa Depan

Keberhasilan ini dipandang sebagai hasil dari kedisiplinan ilmu dan dedikasi. Rahmat Malik, S.Sos., Manager Tim sekaligus Ketua IPSI Kota Bekasi, menegaskan bahwa pengalaman di Korea Selatan adalah pelajaran berharga.

"Setiap kegiatan pasti memiliki kendala, namun itu menjadi pengalaman berharga yang ke depan akan menjadi sebuah motivasi agar pesilat-pesilat muda lainnya lebih meningkatkan disiplin keilmuannya dalam berbagai bidang," tutur Rahmat Malik.

Ke depannya, Rahmat Malik memastikan bahwa program pembibitan dan pelatihan atlet-atlet lokal di Bekasi akan tetap menjadi prioritas utama IPSI. Tujuannya jelas: melahirkan generasi pesilat berprestasi yang tidak hanya mahir dalam bela diri, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan karakter luhur. Kisah keberhasilan Golok Terbang ini diharapkan menjadi inspirasi abadi bagi para pesilat muda Indonesia. [bisot]