BANG DJIUNG GENERASI PENJAGA BUDAYA BEKASI

Di tengah hiruk pikuk modernisasi, Bekasi, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya Betawi, menyimpan permata seni bela diri tradisional yang kian bersinar: Golok Terbang.
Bukan sekadar atraksi memukau, tetapi sebuah warisan leluhur yang dihidupkan kembali dengan semangat baru oleh sosok karismatik, Bang Djiung. Ia telah membawa jurus-jurus klasik silat Betawi ke level yang lebih tinggi, mengawinkan ketangkasan, spiritualitas, dan gerakan senjata yang seolah menentang gravitasi.
Silat dalam kebudayaan Betawi dikenal kaya akan ragam jurus dan penggunaan senjata. Namun, golok terbang yang dipopulerkan oleh Bang Djiung menawarkan narasi yang unik. Istilah 'terbang' (melayang) sendiri menggambarkan kecepatan, kelincahan, dan yang paling mencolok, teknik lemparan golok yang presisi—sebuah unsur yang membuat para penonton menahan napas.
Bang Djiung, yang bernama lengkap Deny Syaifuddin Hidayatulah, bukan hanya seorang pesilat. Ia adalah seorang pelestari yang gigih. Berangkat dari latar belakang sebagai guru besar di Perguruan Pencak Silat Pusaka Muda Bekasi, Bang Djiung mencoba mengangkat kearifan lokal Bekasi agar dapat diterima oleh berbagai kalangan, baik domestik maupun internasional.
Dahulu, ia melatih di sawah atau tanah yang becek karena hujan, menunjukkan dedikasi yang tak tergoyahkan. Kini, semangatnya menular di berbagai tempat latihan, bahkan hingga ke klub bela diri modern, membuktikan bahwa warisan Betawi ini relevan di zaman apa pun. [bisot]
